Di luar awan terlihat gelap, dan beberapa menit lagi hujan pasti akan kembali mengguyur Ibukota Jakarta.
Di luar mendung, nampaknya hujan akan turun setetes demi setetes membasuh jalan-jalan di luaran sana.
Di luar terdengar tetesan air hujan yang sudah membasuh bumi ini.
And, hey! Suasana saat ini senada dengan apa yang saya rasakan hari ini. Oh no! Ini bukan masalah hati. Bukan juga masalah cinta-cintaan. Ini adalah masalah sosial yang saya tengah hadapi.
Ya... Masalah sosial yang saya sendiri pun bingung harus mengungkapkannya dengan cara apa. Masalah sosial yang menurut saya pasti pernah dialami oleh orang banyak.
"Inginnya dihargai, tapi tidak pernah menghargai orang"
Siapa yang pernah menghadapi orang seperti kalimat di atas? Pasti banyak, termasuk saya. Ya. Saya sering menjumpai orang-orang seperti kalimat di atas. Namun, tak pernah terbesit di dalam pikiran saya bahwa "Kenapa sih saya harus berjumpa dengan orang yang seperti itu?" No. Sama sekali tidak pernah. Yang saya pikirkan adalah, "Aduh... bertemu orang yang seperti ini lagi. Bagaimana saya harus menghadapinya?" Saya terus melontarkan pikiran-pikiran itu ke diri saya setiap kali saya bertemu dengan orang yang seperti itu.
"Yang penting mah kita baik aja dulu sama orang, urusan dia mau baik/jahat sama kita mah itu urusan dia sama Tuhan"
Yap! Benar sekali. Sama halnya dengan hal kebaikan, harga-menghargai seseorang pun demikian. Kalau kamu menghargai seseorang, maka hargailah sepenuhnya. Tapi jika orang yang kamu hargai tidak kembali menghargaimu, maka teruskan saja tindakan menghargaimu kepadanya. Urusan dia mau menghargai/tidaknya kepadamu itu urusan dia sama Tuhan. Toh bukannya Tuhan cinta dengan hal-hal yang baik, 'kan?
Sebelum saya tutup tulisan kali ini, saya mau berpesan kepada semuanya bahwa, mulai sekarang sering-seringlah kamu menghargai seseorang, entah dalam hal apapun itu. Walaupun pada akhirnya kamu ingin balik dihargai tapi tidak didapatkan olehnya, setidaknya kamu sudah berbuat baik.
Tersenyumlah walau pahit.

