Kamis, 31 Maret 2016

T E M A N

Dalam kehidupannya, manusia pasti membutuhkan teman untuk menjalani hari-hari dalam hidupnya. Setiap manusia pasti membutuhkan seorang teman yang baik untuk melengkapi hari-harinya, mendengarkan isi hatinya, menghilangkan kebosanannya, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun, manusia seringkali tak dapat membedakan antara mana teman yang baik dan mana yang bukan. Memang, saya sendiri pun sebagai penulis tulisan ini terkadang sering juga keliru tentang bagaimana cara membedakan hal ini.



"Teman yang baik adalah teman yang mengerti kegundahan hatimu."

 sumber: google images

Seorang teman yang mengerti kesedihanmu lebih berharga daripada banyak teman yang hanya tahu senyummu. Siapa yang tidak ingin memiliki teman yang seperti itu? Saya yakin 100% para pembaca pasti ingin memiliki satu orang teman yang paling mengerti kesedihanmu ketimbang banyak teman yang hanya mengetahui senyum yang terhias di bibirmu.


"Sebanyak apapun teman yang kaumilikki sekarang, teman yang paling sejatimulah yang pasti akan selalu menemanimu sepanjang waktu."


 sumber: google images

Perbanyaklah teman yang paling mengerti kesendirianmu. Perbanyaklah teman yang paling mengerti kesedihanmu. Dan perbanyak pulalah teman yang paling mengerti apa yang membuatmu bahagia. Pembaca sudah memiliki teman yang demikian? Kalau sudah, pasti beruntung. Pasti senyum yang merekahlah yang selalu terhias di bibir pembaca setiap harinya.

 "Teman sejati bukanlah mereka yang paling lama singgah di hidupmu, tetapi teman sejati adalah mereka yang bersedia jalan bersama denganmu dan berkata "Aku di sini untukmu.""


  sumber: google images

Lamanya waktu dalam sebuah hubungan pertemanan bukan tolak ukur kesejatian seorang teman. Tapi, yang merupakan tolak ukur kesejatian seorang teman adalah perjuangan mereka yang mau berjalan di hidupmu dan selalu berkata "Aku di sini untukmu".

"Cinta itu sementara, namun pertemanan selamanya."


sumber: quotesbuddy.com

Saya setuju dengan apa yang dikemukakan di atas. Berhubung memang saya memang tidak terlalu fanatik dengan cinta, tetapi saya lebih antusias dengan yang namanya pertemanan. Cinta memang sementara, namun lain halnya dengan pertemanan. Pertemanan tidak akan pernah pudar hingga kapanpun.


Tetapi, semua itu terasa kurang tanpa hal ini...

Hal terakhir dan yang paling penting adalah...


 "Terimalah KEKURANGAN temanmu."

sumber: picturequotes.com


Hal yang satu ini memang seharusnya diterapkan dalam sebuah jalinan pertemanan. Pernahkah pembaca pernah mendengar atau menjumpai kalimat "Kita hidup untuk saling melengkapi, kamu melengkapiku, aku melengkapimu"? Sama halnya dengan sebuah pertemanan, kita juga harus saling menerima kekurangan teman kita. Jangan pernah membandingkannya dengan orang lain, karena seseorang bisa bahagia dengan caranya sendiri. Yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah; Tuhan menciptakan dan menganugerahkan manusia dengan porsi yang berbeda-beda. Jikalau kamu merasa minder karena punya teman yang tidak tampan/cantik, kaya/tidak kaya, pintar/tidak pintar, berarti kamu bukan teman yang baik. Mulai sekarang, jadilah teman yang paling menerima kekurangan temanmu. Sekali lagi, Tuhan sudah menciptakan dan menganugerahkan kepada kita (manusia) memang sudah sesuai dengan porsinya masing-masing. Toh, letak ketampanan/kecantikan, kekayaan/kemisikinan, kepintaran/kebodohan seorang teman bukanlah hal yang harus kita hina, 'kan? Mungkin ini sudah rezeki masing-masing dari Tuhan untuk kita semua.





"Good friends are hard to find, harder to leave, and impossible to forget."

Unknown





"Seburuk apapun sikap temanku terhadapku, yang kuceritakan tentangnya ke temanku yang lain adalah yang terbaik."

Ilham Fauzi, 2015


Tulisan ini dibuat dan diposting oleh Ilham Fauzi pada 31 Maret 2016