Usut punya usut, ini kali ketiga di tahun 2016 penulis memposting tulisan di sini (di blog ini). Pertama-tama, silakan nikmati dan resapi pula apa yang ada di tulisan ini.
Sekedar memperkenalkan diri sedikit, saya sebagai penulis postingan ini adalah seorang pendiam, dan bisa dibilang pula saya adalah orang yang introvert. Namun sebetulnya, saya tidak sepenuhnya pendiam dan introvert, karena saya adalah manusia. Yang mana fungsi manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi. Saya bisa berinteraksi dengan lancar hanya dengan orang yang saya kenal dekat, selain itu? Selain itu, saya hanya ingin berinteraksi dengan orang yang ingin saya ajak berinteraksi. Mau tidak mau saya harus berinteraksi dengan orang banyak. Apakah saya ini bisa dibilang seorang yang ambivert?
Penulis tidak pernah merasa sendiri, karena yang penulis tahu, di luar sana banyak yang memiliki kesamaan dengan penulis; yaitu sama-sama introvert, extrovert, dan atau secara singkat: ambivert. Orang-orang yang tidak memiliki kesamaan dengan penulis dan 'kawan-kawannya', pasti memandang dengan tidak biasa. Tak jarang pula mereka (orang-orang di luar introvert) menjuluki penulis dan kawan-kawannya sebagai orang yang kaku dan tidak asyik/seru jika diajak mengobrol. Sebenarnya mereka salah. Mereka berbicara tidak berdasarkan kebenaran yang nyata. Menyebalkan. Karena meskipun mereka bilang penulis kaku, saya sebagai penulis adalah sebaik-baiknya penikmat cerita dan sekhidmat-khidmatnya seorang pendengar.
"Mereka yang mengerti dirimu sepenuhnya, akan sangat mengerti betul siapa dirimu. Namun mereka yang hanya mengerti setengah-setengah, tidak akan tahu cara mendukungmu dengan sepenuhnya."
Jika kamu punya seseorang (bisa saudara, keluarga, teman, sahabat atau siapapun itu) yang mengerti dirimu sepenuh dan seutuhnya, maka bersyukurlah. Karena nasibmu tidak seburuk dengan orang di luar sana yang mempunyai seseorang teman yang mengaku mengerti seutuhnya, padahal sikapnya menunjukkan bahwa dia tidak mengerti seutuhnya.
Apakah kalau kita dilabeli sebagai orang yang introvert, orang bisa semena-mena memperlakukan kita? Jelas tidak. Karena kebanyakan orang yang intovert mempunyai banyak 'sisi gelap' yang tidak kamu ketahui. 'Sisi gelap' di sini maksudnya keunikan, ya, jangan mikir yang macam-macam.
Kebanyakan orang yang introvert mempunyai banyak kelebihan dari sekian banyak kekurangan yang kalian kira. Seringkali pula mereka tahu banyak hal yang tidak kalian ketahui, bisa jadi. Pembaca pasti tak asing lagi, kan, dengan pepatah yang mengatakan bahwa, "Jangan menilai buku dari sampulnya"?. Itulah yang sebenar dan seharusnya terjadi jika ingin menilai sesuatu, termasuk juga dalam menilai orang yang pendiam atau introvert.
Kebanyakan dari orang yang introvert juga tidak mau banyak omong. Ya, itu sudah pasti. Namun, pernahkah kalian berpikir mengapa mereka begitu? Let me answer that question! Menurut pandangan penulis (karena penulis pun juga orang yang introvert), orang yang introvert menjadi begitu mungkin salah satu alasannya karena mereka tidak ingin banyak kata terlontar dari mulutnya, mereka ingin menunjukkan dengan aksi yang nyata. Karena pikir penulis dan mereka yang introvert, dibanding banyak omong yang tak menghasilkan apa-apa, lebih baik melakukan aksi nyata yang hasilnya JELAS lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan kata demi kata yang terlontar dari mulut yang akhirnya hanya jadi hiasan bibir semata.
...sampai penulis menyelesaikan tulisan ini, hujan sudah reda.
Sekian yang bisa penulis tulis di postingan ini. Semoga siapapun kalian yang membaca ini dapat menikmati. Selamat malam!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar